Senin, 02 November 2015

RESUMAN SISTEM INDRA



NAMA                        : YEYEN FITRIANI
NPM                           : 3061324010
SEMESTER                : V
MATA KULIAH         : ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
DOSEN PENGAMPU : Nana Citrawati Lestari, S.Si, M.Pd
JUDUL BUKU            : INTISARI BIOLOGI
NAMA PENULIS       : STPHEN BRESNICK, M.D
TAHUN TERBIT        : 2003
NAMA PENERBIT    : HIPOKRATES
KOTA PENERBIT      : JAKARTA
JUMLAH TOTAL HALAMAN BUKU : 237 HALAMAN
JUMLAH HALAMAN : 92 -97 HALAMAN



SISTEM INDRA
A.    PENGLIHATAN






Mekanisme indra Penglihatan
1. Sumber cahaya Masuk ke mata melalui kornea
2. Kemudian Melewati pupil yang lebarnya diatur oleh iris
3. Dibiaskan oleh lensa
4. Terbentuk bayangan di retina yang bersifat nyata, terbalik, diperkecil
5. Sel-sel batang dan sel kerucut meneruskan sinyal cahaya melalui saraf optik
6. Otak membalikkan lagi bayangan yang terlihat di retina
7. Obyek terlihat sesuai dengan aslinya
1.     struktur
a.      Lapisan terluar bola mata,sclera dan kornea,terdiri dari jaringan ikat fibrosa.
b.     Tepat disebelah dalamnya,terdapat lapisan berpigmen dan mengandung pembuluh darah membentuk koroid,badan siliaris, dan iris.
c.      Lapisan terdalam retina mengandung sel fotoreseptor, batang dan kerucut, dan sel saraf lain yang membantu transmisi dan integrasi rangsangan visual.
d.     Masukan visual kemudian dibawa melalui saraf optikus ke lobus oksipitalis,tempat pengolahan lebih lanjut.
2.     Mekanisme penglihatan
Mekanisme penglihatan melibatkan perangsangan retina oleh cahaya dan konversi energy foton menjadi energy listrik oleh sel fotoreseptor.
a.      Foton cahaya berjalan melalui kornea,ruang anterior yang mengandung humor aqueous,pupil,dan lensa tempat foton tersebut menjadi terefraksi ,menciptakan sebuah bayangan terbalik.
b.     Setelah direfraksikan,foton melewati humor vitreous sampai mencapai lapisan retina,menimbulkan perangsangan ,baik sel batang maupun kerucut ( sel fotoreseptor).
c.      Sebagian besar permukaan retina mengandung fotoreseptor,walaupun terdapat daerah khusus.Cakram optic,tempat saraf optikus keluar dari belakang mata,tidak mengandung fotoreseptor sehingga menciptakan bintik buta anatomis.Daerah dengan ketajaman penglihatan terbaik ( yakni,memiliki kepadatan sel kerucut tertinggi)adalah fovea.
d.     Fotopigmen pada akhirnya menciptakan energy listrik.ketika foton mengenai sel fotoreseptor,fotopigmen menyerap cahaya dan mengalami perubahan struktur yang  menyebabkan pembangkitan potensial ion.Dengan demikian ,energy foton pertama kali diubah menjadi energi kimia dan kemudian menjadi energy listrik.
1.     Sel batang mengandung fotopigmen rodopsin.Fotopigmen ini mengandung protein yang disebut opsin yang secara kimia berhubungan dengan turunan vitamin A yang disebut retinal.Sel batang membedakan intensitas cahaya (putih/hitam) karena sel batang sensitive dan tersebar diseluruh permukaan retina.Jadi ,sel batang mengontrol penglihatan dalam cahaya redup ( misalnya penglihatan dimalam hari.
2.     Sel kerucut mengandung iodopsin sebagai fotopigmennya.
1.     Ada tiga jenis sel kerucut,masing masing mengandung bentuk fotopigmen yang berbeda untuk membedakan bentuk gelombang merah,hijau, dan biru.
2.     Karena kurang sensitive dibandingkan sel batang,sel kerucut dapat membedakan persepsi warna dan penglihatan cahaya terang.Sel kerucut paling baik untuk fungsi ketajaman penglihatan karena memiliki kemampuan resolusi yang sangat baik.
3.     Sel kerucut dikelompokkan bersama diseluruh permukaan retina yang membantu pembedaan ( diskriminasi)detail halus.
e.      Sel fotoreseptor mentransmisikan implus listrik.setelah perangsangan sel fotoreseptor ,impuls listrik yang dibangkitkan diterima oleh neuron dilapisan retina.
1.     Fotoreseptor meneruskan informasi listrik ke sel bipolar yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke sel ganglion.
2.     Akson sel ganglion naik menuju saraf optikus.

    B. PENDENGARAN


 
Mekanisme indra Pendengaran
1. Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga.
2. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang pendengaran ke jendela oval.
3. Getaran struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum.
4. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissner dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah.
5. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basiler yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani.
6. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.
7. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah.
8. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membrantektorial, terjadilah rangsangan (impuls).
9. Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran
1.     Fungsi telinga termasuk menerima rangsangan pendengaran dan membantu mengontrol ekuilibrium dan keseimbangan.
2.     Ketiga bagian anatomi utama telinga adalah telinga luar tersusun atas pina,saluran telinga luar,dan membrane timpani,telinga tengah,terdiri dari tuba Eustakius,tulang ( yaitu ,maleus,inkus,dan stapes),jendela oval,dan jendela bundar,dan telinga dalam terdiri atas lanirin tulang dan membranosa serta organ corti.
3.     Mekanisme pendengaran cukup rumit.Dasar mekanisme pendengaran seperti yang dikemukakan disini.
a.      Bunyi memasuki saluran telinga luar dalam bentuk gelombang molekul udara.Sewaktu molekul ini menabrak membrane timpani,osilasi( getaran) yang unik terbentuk diseluruh permukaan membrane.
b.     Osilasi membrane timpani menyebabkan pergerakan tulang atau tulang telinga tengah,yang memperkuat sinyal dan menerjemahkan gerakan membrane timpani menjadi energy mekanik.
c.      Di ujung rantai ketiga tulang ( yaitu, tulang pendengaran) terdapat stapes menutupi jendela oval koklea yang merupakan sistem kanal berisi cairan.Ketika stapes berpindah menjauhi jendela oval,cairan perilimfe di dalam skala vestibule (labirin tulang) koklea menciptakan bentuk gelombang dalam berbagai amplitude.Gelombang ini menimbulkan perubahan tekanan yang diterjemahkan ke endolimfe di skala media (labirin membranosa) melalui distorsi membrane Reissner.
d.     Perpindahan endolimfe yang bervariasi dalam tinggi dan kerasnya bunyi,menyebabkan pergerakan stereosilia yang ada di sel rambut organ Corti.
e.      Pergerakan stereosilia bertambah dengan terbuka dan tertutupnya saluran ion yang pada gilirannya dapat menimbulkan depolarisasi.Energi mekanis cairan dan pergerakan stereosilia diterjemahkan menjadi energy listrik melalui perpindahan ion.
f.      Depolarisasi listrik ini diteruskan ke saraf koklearis,dan akhirnya mencapai lobus temporalis tempat depolarisasi listrik ini diproses dan diinterpretasikan sebagai bunyi.
g.     Bunyi berfrekuensi tinggi merangsang sel rambut di dekat dasar koklea,dan bunyi berfrekuensi rendah merangsang sel rambut di dekat apeks.Susunan pendeteksi frekuensi ini dinamakan organisasi tonotopik.
h.     Karena cairan tidak mudah terkompresi,perubahan tekanan di skala vestibule memerlukan jalan keluar.Jendela bundar yang lentur di ujung skala timpani menyerap perubahan tekanan ini,bertindak sebagai katup pelepas tekanan.Tekanan tersebut dapat secara langsung dipindahkan karena skala vestibule dan skala timpani berhubungan dibagian apeks pada suatu titik yang diesbut helikotrema,atau secara tidak langsung ditransmisikan dari endolimfe melalui pergerakan membrane Reissner dan membrane basilaris.
4.     Selain perannya pada pendengaran, telinga juga memungkinkan tubuh mengontrol posisinya dalam ruang melalui suatu fungsi vestibular yang mengontrol keseimbangan.
a.      Organ vestibular telinga terdiri dari tiga kanalis semisirkularis,utrikulus,dan sakulus.
b.     Kanalis ini bersama sama memantau pengaruh gravitasi, pergerakan tubuh,dan posisi kepala.
c.      Perubahan posisi kepala mnyebabkan pergerakan endolimfe di dalam kanalis semisirkularis.Setiap kanalis berespons terhadap bidang tiga dimensi yang berbeda karena ketiga kanalis berhubungan dengan utrikulus saling tegak lurus satu sama lain.
d.     Dengan bergeraknya endolimfe,stereosilia di sel rambut yang berada di Krista ampularis berespons dengan cara yang kurang lebih sama sperti yang telah dibahas untuk pendengaran.Informasi diteruskan ke saraf cranial VIII dan akhurnya ke serebelum.
e.      Sensasi posisi gravitasi dicapai oleh pergerakan Kristal kalsium karbonat pada sel rambut di macula kedua utrikulus dan sakulus.

 
  C. PENCIUMAN / PEMBAU
Fungsi bagian-bagian indra pembau :
a. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
b. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
c. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indra pembau
d. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
e. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak.
  
  D. PENGECAP (Rasa) 

      Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah merupakan massa jaringan pengikat dsan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa
Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.

Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.

Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.
   
   E. PERABA

1. Rangsangan di kulit (misalnya, memegang air dingin, dicubit, disentuh dll) akan diterima oleh reseptor (penerima rangsangan) yang terletak di bawah permukaan kulit
2. Kemudian diteruskan ke saraf tepi (saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang),
3. Lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang.
4. Kemudian stimulus diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris yang berperan penting dalam memproses/mengolah informasi sensorik
5. Dari sini, stimulus dikirimkan ke pusat sensorik di otak besar (cerebral cortex), yang disebut korteks sensorikss

1.     Kulit berfungsi dalam penerimaan sensasi (sensorik),kulit mengandung ujung saraf dan reseptor khusus yang mendeteksi nyeri,raba,suhu,tekanan,getaran,dan propriosepsi (sensasi posisi sendi dalam ruang).
2.     Ujung saraf bebas dirangsang secara langsungf oleh kontak dengan suatu objek dipermukaan tubuh.
3.     Organ resptor membedakan berbagai jenis rangsangan yang berbeda.
a.      Korpuiskel pacini berespons terhadap perubahan tekanan oleh karena itu dapat mendekteksi getaran.
b.     Korpuskel Meissner berada treutama pada daerah tidak berambut di tubuh( terutama di tangan dan kai) dan sensitive trehadap sentuhan halus,seperti cakram merkel.
c.      Badan akhir Ruffini ditemukan di jaringan subkutan.Badan ini berespons terhadap panas dan sentuhan
d.     Korpuskel Krause diaktifkan oleh perubahan suhu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar