NAMA
: YEYEN FITRIANI
NPM
: 3061324010
SEMESTER : V
MATA
KULIAH : ANATOMI FISIOLOGI
MANUSIA
DOSEN
PENGAMPU : Nana Citrawati Lestari, S.Si, M.Pd
JUDUL
BUKU : INTISARI BIOLOGI
NAMA
PENULIS : STPHEN BRESNICK, M.D
TAHUN
TERBIT : 2003
NAMA
PENERBIT : HIPOKRATES
KOTA
PENERBIT : JAKARTA
JUMLAH
TOTAL HALAMAN BUKU : 237 HALAMAN
JUMLAH
HALAMAN : 92 -97 HALAMAN
SISTEM
INDRA
A. PENGLIHATAN
Mekanisme indra Penglihatan
1. Sumber cahaya Masuk ke mata melalui kornea
2. Kemudian Melewati pupil yang lebarnya diatur oleh iris
3. Dibiaskan oleh lensa
4. Terbentuk bayangan di retina yang bersifat nyata, terbalik, diperkecil
5. Sel-sel batang dan sel kerucut meneruskan sinyal cahaya melalui saraf optik
6. Otak membalikkan lagi bayangan yang terlihat di retina
7. Obyek terlihat sesuai dengan aslinya
1. Sumber cahaya Masuk ke mata melalui kornea
2. Kemudian Melewati pupil yang lebarnya diatur oleh iris
3. Dibiaskan oleh lensa
4. Terbentuk bayangan di retina yang bersifat nyata, terbalik, diperkecil
5. Sel-sel batang dan sel kerucut meneruskan sinyal cahaya melalui saraf optik
6. Otak membalikkan lagi bayangan yang terlihat di retina
7. Obyek terlihat sesuai dengan aslinya
1. struktur
a. Lapisan
terluar bola mata,sclera dan kornea,terdiri dari jaringan ikat fibrosa.
b. Tepat
disebelah dalamnya,terdapat lapisan berpigmen dan mengandung pembuluh darah
membentuk koroid,badan siliaris, dan iris.
c. Lapisan
terdalam retina mengandung sel fotoreseptor, batang dan kerucut, dan sel saraf
lain yang membantu transmisi dan integrasi rangsangan visual.
d. Masukan
visual kemudian dibawa melalui saraf optikus ke lobus oksipitalis,tempat
pengolahan lebih lanjut.
2. Mekanisme
penglihatan
Mekanisme penglihatan
melibatkan perangsangan retina oleh cahaya dan konversi energy foton menjadi
energy listrik oleh sel fotoreseptor.
a. Foton
cahaya berjalan melalui kornea,ruang anterior yang mengandung humor
aqueous,pupil,dan lensa tempat foton tersebut menjadi terefraksi ,menciptakan
sebuah bayangan terbalik.
b. Setelah
direfraksikan,foton melewati humor vitreous sampai mencapai lapisan
retina,menimbulkan perangsangan ,baik sel batang maupun kerucut ( sel
fotoreseptor).
c. Sebagian
besar permukaan retina mengandung fotoreseptor,walaupun terdapat daerah
khusus.Cakram optic,tempat saraf optikus keluar dari belakang mata,tidak
mengandung fotoreseptor sehingga menciptakan bintik buta anatomis.Daerah dengan
ketajaman penglihatan terbaik ( yakni,memiliki kepadatan sel kerucut
tertinggi)adalah fovea.
d. Fotopigmen
pada akhirnya menciptakan energy listrik.ketika foton mengenai sel
fotoreseptor,fotopigmen menyerap cahaya dan mengalami perubahan struktur
yang menyebabkan pembangkitan potensial
ion.Dengan demikian ,energy foton pertama kali diubah menjadi energi kimia dan
kemudian menjadi energy listrik.
1. Sel
batang mengandung fotopigmen rodopsin.Fotopigmen ini mengandung protein yang
disebut opsin yang secara kimia berhubungan dengan turunan vitamin A yang
disebut retinal.Sel batang membedakan intensitas cahaya (putih/hitam) karena
sel batang sensitive dan tersebar diseluruh permukaan retina.Jadi ,sel batang
mengontrol penglihatan dalam cahaya redup ( misalnya penglihatan dimalam hari.
2. Sel
kerucut mengandung iodopsin sebagai fotopigmennya.
1. Ada
tiga jenis sel kerucut,masing masing mengandung bentuk fotopigmen yang berbeda
untuk membedakan bentuk gelombang merah,hijau, dan biru.
2. Karena
kurang sensitive dibandingkan sel batang,sel kerucut dapat membedakan persepsi
warna dan penglihatan cahaya terang.Sel kerucut paling baik untuk fungsi
ketajaman penglihatan karena memiliki kemampuan resolusi yang sangat baik.
3. Sel
kerucut dikelompokkan bersama diseluruh permukaan retina yang membantu
pembedaan ( diskriminasi)detail halus.
e. Sel
fotoreseptor mentransmisikan implus listrik.setelah perangsangan sel
fotoreseptor ,impuls listrik yang dibangkitkan diterima oleh neuron dilapisan
retina.
1. Fotoreseptor
meneruskan informasi listrik ke sel bipolar yang kemudian meneruskan informasi
tersebut ke sel ganglion.
2. Akson
sel ganglion naik menuju saraf optikus.
B. PENDENGARAN
Mekanisme indra Pendengaran
1. Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga.
2. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang pendengaran ke jendela oval.
3. Getaran struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum.
4. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissner dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah.
5. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basiler yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani.
6. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.
7. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah.
8. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membrantektorial, terjadilah rangsangan (impuls).
9. Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran
1. Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga.
2. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang pendengaran ke jendela oval.
3. Getaran struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum.
4. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissner dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah.
5. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basiler yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani.
6. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.
7. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah.
8. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membrantektorial, terjadilah rangsangan (impuls).
9. Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran
1. Fungsi
telinga termasuk menerima rangsangan pendengaran dan membantu mengontrol
ekuilibrium dan keseimbangan.
2. Ketiga
bagian anatomi utama telinga adalah telinga luar tersusun atas pina,saluran
telinga luar,dan membrane timpani,telinga tengah,terdiri dari tuba
Eustakius,tulang ( yaitu ,maleus,inkus,dan stapes),jendela oval,dan jendela
bundar,dan telinga dalam terdiri atas lanirin tulang dan membranosa serta organ
corti.
3. Mekanisme
pendengaran cukup rumit.Dasar mekanisme pendengaran seperti yang dikemukakan
disini.
a. Bunyi
memasuki saluran telinga luar dalam bentuk gelombang molekul udara.Sewaktu
molekul ini menabrak membrane timpani,osilasi( getaran) yang unik terbentuk
diseluruh permukaan membrane.
b. Osilasi
membrane timpani menyebabkan pergerakan tulang atau tulang telinga tengah,yang
memperkuat sinyal dan menerjemahkan gerakan membrane timpani menjadi energy
mekanik.
c. Di
ujung rantai ketiga tulang ( yaitu, tulang pendengaran) terdapat stapes
menutupi jendela oval koklea yang merupakan sistem kanal berisi cairan.Ketika
stapes berpindah menjauhi jendela oval,cairan perilimfe di dalam skala
vestibule (labirin tulang) koklea menciptakan bentuk gelombang dalam berbagai
amplitude.Gelombang ini menimbulkan perubahan tekanan yang diterjemahkan ke
endolimfe di skala media (labirin membranosa) melalui distorsi membrane
Reissner.
d. Perpindahan
endolimfe yang bervariasi dalam tinggi dan kerasnya bunyi,menyebabkan
pergerakan stereosilia yang ada di sel rambut organ Corti.
e. Pergerakan
stereosilia bertambah dengan terbuka dan tertutupnya saluran ion yang pada
gilirannya dapat menimbulkan depolarisasi.Energi mekanis cairan dan pergerakan
stereosilia diterjemahkan menjadi energy listrik melalui perpindahan ion.
f. Depolarisasi
listrik ini diteruskan ke saraf koklearis,dan akhirnya mencapai lobus
temporalis tempat depolarisasi listrik ini diproses dan diinterpretasikan
sebagai bunyi.
g. Bunyi
berfrekuensi tinggi merangsang sel rambut di dekat dasar koklea,dan bunyi
berfrekuensi rendah merangsang sel rambut di dekat apeks.Susunan pendeteksi
frekuensi ini dinamakan organisasi tonotopik.
h. Karena
cairan tidak mudah terkompresi,perubahan tekanan di skala vestibule memerlukan
jalan keluar.Jendela bundar yang lentur di ujung skala timpani menyerap perubahan
tekanan ini,bertindak sebagai katup pelepas tekanan.Tekanan tersebut dapat
secara langsung dipindahkan karena skala vestibule dan skala timpani
berhubungan dibagian apeks pada suatu titik yang diesbut helikotrema,atau
secara tidak langsung ditransmisikan dari endolimfe melalui pergerakan membrane
Reissner dan membrane basilaris.
4. Selain
perannya pada pendengaran, telinga juga memungkinkan tubuh mengontrol posisinya
dalam ruang melalui suatu fungsi vestibular yang mengontrol keseimbangan.
a. Organ
vestibular telinga terdiri dari tiga kanalis semisirkularis,utrikulus,dan
sakulus.
b. Kanalis
ini bersama sama memantau pengaruh gravitasi, pergerakan tubuh,dan posisi
kepala.
c. Perubahan
posisi kepala mnyebabkan pergerakan endolimfe di dalam kanalis
semisirkularis.Setiap kanalis berespons terhadap bidang tiga dimensi yang
berbeda karena ketiga kanalis berhubungan dengan utrikulus saling tegak lurus
satu sama lain.
d. Dengan
bergeraknya endolimfe,stereosilia di sel rambut yang berada di Krista ampularis
berespons dengan cara yang kurang lebih sama sperti yang telah dibahas untuk
pendengaran.Informasi diteruskan ke saraf cranial VIII dan akhurnya ke
serebelum.
e. Sensasi
posisi gravitasi dicapai oleh pergerakan Kristal kalsium karbonat pada sel
rambut di macula kedua utrikulus dan sakulus.
C. PENCIUMAN
/ PEMBAU
Fungsi
bagian-bagian indra pembau :
a. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
b. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
c. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indra pembau
d. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
e. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak.
a. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
b. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
c. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indra pembau
d. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
e. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak.
D. PENGECAP
(Rasa)
Lidah
adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu
pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah merupakan massa
jaringan pengikat dsan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa
Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.
Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.
Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.
Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.
Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.
Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.
E. PERABA
1. Rangsangan di kulit (misalnya, memegang air dingin, dicubit, disentuh dll) akan diterima oleh reseptor (penerima rangsangan) yang terletak di bawah permukaan kulit
2. Kemudian diteruskan ke saraf tepi (saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang),
3. Lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang.
4. Kemudian stimulus diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris yang berperan penting dalam memproses/mengolah informasi sensorik
5. Dari sini, stimulus dikirimkan ke pusat sensorik di otak besar (cerebral cortex), yang disebut korteks sensorikss
1. Kulit
berfungsi dalam penerimaan sensasi (sensorik),kulit mengandung ujung saraf dan
reseptor khusus yang mendeteksi nyeri,raba,suhu,tekanan,getaran,dan
propriosepsi (sensasi posisi sendi dalam ruang).
2. Ujung
saraf bebas dirangsang secara langsungf oleh kontak dengan suatu objek
dipermukaan tubuh.
3. Organ
resptor membedakan berbagai jenis rangsangan yang berbeda.
a. Korpuiskel
pacini berespons terhadap perubahan tekanan oleh karena itu dapat mendekteksi
getaran.
b. Korpuskel
Meissner berada treutama pada daerah tidak berambut di tubuh( terutama di
tangan dan kai) dan sensitive trehadap sentuhan halus,seperti cakram merkel.
c. Badan
akhir Ruffini ditemukan di jaringan subkutan.Badan ini berespons terhadap panas
dan sentuhan
d. Korpuskel
Krause diaktifkan oleh perubahan suhu.